POHUWATO — Memperingati bulan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW, Kantor Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, memilih memaknai momentum tersebut dengan berbagi kepada anak yatim Selasa 01/09/2026.
Kegiatan berbagi ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar berlangsung dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
Camat Taluditi, Irfan Lalu, mengatakan, peringatan kelahiran Rasulullah seharusnya menjadi momentum untuk kembali melihat dan meneladani kehidupan serta akhlak yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, umat Islam jangan sampai terjebak pada kemeriahan acara semata, sementara nilai-nilai keteladanan Rasulullah justru tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Memperingati hari lahirnya Rasulullah, kita jangan terjebak pada perayaan seremonialnya saja. Tetapi bagaimana kita mencontohi apa yang Rasulullah lakukan,” ujar Irfan.
Ia menegaskan, momentum bulan kelahiran Rasulullah harus mampu mendorong setiap orang untuk melakukan perubahan dalam kehidupannya ke arah yang lebih baik.
“Momentum kelahiran Rasulullah mari kita jadikan sebuah momen untuk kita merubah hidup ke arah yang lebih baik dan tidak terjebak pada acara-acara seremonial yang kemudian tidak mempunyai makna serta asas manfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Menurut Irfan, berbagi dengan anak yatim merupakan salah satu bentuk sederhana dalam menerjemahkan nilai kepedulian yang diajarkan Rasulullah.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu melahirkan semangat untuk terus berbuat dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana semangat dan keteladanan Rasulullah itu kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan peduli terhadap sesama,” tambahnya.
Kegiatan berbagi tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa memperingati kelahiran Rasulullah bukan semata tentang seberapa meriah sebuah acara digelar, melainkan sejauh mana nilai-nilai yang dibawa Rasulullah mampu diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dengan demikian, bulan kelahiran Rasulullah dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, serta mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.













