M-Galeri.com, Pohuwato – Dua tokoh pemuda Kecamatan Taluditi, Roni Palali dan Hasan Djafar, menyatakan sikap tegas menolak rencana eksplorasi tambang oleh perusahaan berskala besar di wilayah Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.
Penolakan tersebut disampaikan menyusul keresahan masyarakat atas aktivitas lalu lalang helikopter yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Taluditi.
Aktivitas tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah warga bahwa hal itu berkaitan dengan rencana masuknya perusahaan pertambangan berskala besar untuk melakukan eksplorasi maupun operasi tambang di daerah tersebut.
“Kami selaku pemuda dan masyarakat Kecamatan Taluditi dengan tegas menolak rencana eksplorasi tambang oleh korporasi besar di wilayah kami,” ujar Roni Palali.
Menurut Roni dan Hasan, masyarakat Taluditi tidak ingin daerahnya mengalami dampak negatif seperti yang dinilai terjadi di wilayah lain akibat aktivitas pertambangan berskala besar.
“Jangan sampai Taluditi bernasib seperti Buntulia. Di sana lahan pertanian mati, sungai menjadi keruh, dan konflik sosial muncul. Hasil tambang yang dikeruk pun minim dinikmati oleh masyarakat sekitar. Bahkan lapangan kerja bagi masyarakat lokal sangat terbatas dan tidak sebanding dengan apa yang diambil dari tanah mereka,” kata Hasan Djafar.
Keduanya menegaskan bahwa masyarakat Taluditi membutuhkan pembangunan yang berkelanjutan, bukan kerusakan lingkungan yang dapat mengancam kehidupan generasi mendatang.
“Kami butuh pembangunan, bukan kerusakan. Karena itu kami menolak tambang besar dan mendukung terwujudnya Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) agar masyarakat lokal dapat mengelola tanahnya sendiri secara legal dan bertanggung jawab,” tegas mereka.
Roni dan Hasan juga mengajak seluruh warga Taluditi untuk bersatu menyuarakan penolakan terhadap rencana masuknya perusahaan tambang berskala besar.
“Tanah Taluditi bukan untuk dijual, tetapi untuk diwariskan kepada anak cucu. Kami akan mengajak seluruh warga Taluditi untuk bersuara dan menjaga tanah ini bersama. Kalau bukan kita yang menjaga Taluditi, siapa lagi?” pungkas keduanya.











