M-Galeri.com, Pohuwato – Universitas Pohuwato kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset di lingkungan perguruan tinggi melalui penyelenggaraan kegiatan peningkatan kapasitas dosen di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Coaching Clinic Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang digelar oleh LP2M Universitas Pohuwato, Senin (1/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan peneliti untuk memperdalam pemahaman mengenai penyusunan proposal penelitian yang berkualitas serta strategi memperoleh pendanaan hibah penelitian.
Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan peneliti berpengalaman, Prof. Apriana Toding, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., sebagai narasumber utama. Tujuannya untuk memperdalam pemahaman mengenai penyusunan proposal penelitian yang berkualitas serta strategi memperoleh pendanaan hibah penelitian.
Rektor Universitas Pohuwato, Dr. Hj. Gretty Sy. Saleh, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, riset yang dilakukan oleh dosen harus mampu menjawab tantangan pembangunan daerah sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas peneliti menjadi langkah strategis yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Universitas tidak boleh hanya menjadi tempat menghasilkan laporan penelitian yang selesai secara administratif. Penelitian harus mampu melahirkan inovasi, menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Gretty.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk lebih peka dalam menangkap berbagai isu strategis yang berkembang, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dengan demikian, hasil penelitian yang dihasilkan akan semakin relevan dan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh dukungan pendanaan.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat dosen dalam berkompetisi pada berbagai program hibah penelitian. Dengan pendampingan yang tepat dan peningkatan kapasitas yang terus dilakukan, saya optimistis jumlah proposal yang lolos pendanaan akan meningkat pada tahun mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LP2M Universitas Pohuwato, Edy Sijaya, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa coaching clinic tersebut merupakan bagian dari agenda penguatan atmosfer akademik yang telah dirancang sejak awal tahun 2026. Kegiatan ini difokuskan untuk membangun ekosistem riset yang lebih produktif dan berkelanjutan di lingkungan kampus.
“Melalui coaching clinic ini kami ingin memberikan pendampingan yang lebih terarah kepada para dosen. Mereka dibekali teknik penyusunan proposal yang kompetitif, pemilihan topik penelitian yang sesuai dengan prioritas nasional, hingga tata kelola pelaksanaan penelitian yang akuntabel,” kata Edy.
Ia menegaskan bahwa LP2M berkomitmen membangun ekosistem riset yang berkelanjutan di lingkungan Universitas Pohuwato. Menurutnya, budaya penelitian yang kuat akan berdampak pada peningkatan publikasi ilmiah, inovasi, serta penguatan reputasi institusi.
“Kami ingin menciptakan ekosistem riset yang sehat dan produktif. Harapannya, semakin banyak dosen yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Apriana Toding menyampaikan berbagai strategi praktis dalam penyusunan proposal yang sesuai dengan standar penilaian lembaga pemberi hibah. Ia juga berbagi pengalaman dan kiat untuk meningkatkan daya saing proposal penelitian sehingga memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pendanaan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pohuwato berharap dapat terus meningkatkan kapasitas dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.











