POHUWATO — Pohuwato Cup 2026 bukan turnamen biasa yang lahir dan mati dalam tiga hari. Di balik meriah dan ramainya 183 peserta yang memadati venue outdoor pada Jumat (8/5/2026), ada sebuah cetak biru jangka panjang yang dengan lantang disuarakan oleh Ketua Percasi Kabupaten Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli — menjadikan Pohuwato sebagai kawah candradimuka lahirnya master-master catur yang kelak akan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
Dalam sambutannya di malam pembukaan, Abdul Hamid memaparkan bahwa tema “Master Vice of Tactics” yang diusung Pohuwato Cup 2026 adalah kompas yang mengarahkan seluruh semangat penyelenggaraan event ini. Bukan sekadar bertanding, tetapi berbagi ilmu dan kemampuan secara nyata antarsesama pecatur.
“Kita mau sharing knowledge, kita mau sharing kemampuan, sehingga kita undang pecatur-pecatur se-Sulawesi dalam rangka memperkuat para pecatur di bumi Gorontalo, khususnya di bumi Kabupaten Pohuwato,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan di hadapan ratusan hadirin.
Ia meyakini bahwa bertemunya pecatur-pecatur dari berbagai daerah dengan jam terbang yang beragam di satu arena adalah proses pembelajaran yang tidak bisa digantikan oleh latihan konvensional semata.
“Dengan event-event seperti ini, mudah-mudahan secara langsung dapat mensubsidi kapasitas daripada teman-teman pemain catur yang ada di Provinsi Gorontalo,” tegasnya.
Target yang ia canangkan kemudian terdengar ambisius namun disampaikan dengan penuh keyakinan. Abdul Hamid menyatakan bahwa Percasi Pohuwato telah menetapkan sebuah agenda penting, melahirkan sebanyak-banyaknya master catur dari bumi Pohuwato yang siap bersaing di level nasional dan internasional.
“Kita targetkan akan lahir banyak master di Kabupaten Pohuwato. Kita akan menghadirkan benih-benih master yang akan menggaung di kancah nasional maupun di kancah internasional,” serunya, disambut tepuk tangan meriah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Abdul Hamid menekankan pentingnya memulai dari yang paling awal, merekrut dan menjaring anak-anak berusia dini sebagai bibit generasi penerus. Pohuwato Cup 2026 yang membuka kategori junior untuk peserta SD dan SMP menjadi instrumen pertama dalam proses kaderisasi tersebut, sebuah langkah yang dinilai tepat mengingat besarnya animo peserta muda yang turut berlaga dalam turnamen ini.
“Kita coba rekrut, coba kita jaring juga anak-anak berusia dini dalam rangka menumbuhkan bibit baru, dalam rangka penyiapan para generasi catur di Kabupaten Pohuwato,” pungkas Abdul Hamid.
Visi besar itu kini mulai ditunaikan, satu langkah demi satu langkah, dan seluruh perjalanannya dapat disaksikan secara langsung melalui live streaming Wartanesia.id di https://www.facebook.com/wartanesia.id selama tiga hari penuh Pohuwato Cup 2026 berlangsung. (red)












