POHUWATO — Tema besar Pohuwato Cup 2026 — Master Vice of Tactics — rupanya tidak hanya berlaku di atas papan catur. Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam membuktikan hal itu di malam pembukaan, Jumat (8/5/2026), ketika ia menutup sambutannya dengan pesan yang jauh melampaui konteks turnamen — sebuah pesan tentang masa depan politik Pohuwato, doa untuk kemajuan daerah, dan kepercayaan penuh kepada sosok yang ia sebut sebagai Pak Sisa.
Iwan membuka bagian penutup sambutannya dengan menyinggung kontestasi politik yang akan datang. Dengan nada yang santai namun penuh makna, ia menyebut tahun 2029 dan 2031 sebagai penanda waktu yang bergantung pada keputusan besar di tingkat pusat — apakah pemilihan kepala daerah akan kembali dilakukan secara langsung oleh rakyat atau melalui mekanisme lain.
“Kalau Pak Atif bilang di 2029, ya, pemilihan, tapi masih tergantung. 2031 Pak Sisa, tergantung Pak Sisa dan kawan-kawan di pusat, apakah dipilih oleh DPRD atau tetap dipilih langsung,” ujar Iwan dengan senyum yang membuat suasana kembali hangat dan penuh tawa.
Namun Iwan tidak berhenti pada pernyataan politis semata. Ia melanjutkan dengan ekspresi keyakinan yang tulus kepada sosok yang ia dukung, menjadikan panggung pembukaan Pohuwato Cup 2026 sebagai ruang yang sarat kepercayaan dan harapan bersama. “Kalau dipilih langsung, kami yakin dan percaya Pak Sisa akan memenangkan pertarungan itu, sesuai dengan tema ini, masterpiece taktik,” tegasnya, sebuah analogi yang terasa sangat cerdas — menyandingkan strategi politik dengan taktik catur dalam satu napas.
Sebelum pesan politik itu mengalir, Iwan juga telah menyampaikan sebuah pengumuman penting kepada seluruh Forkopimda dan hadirin. Ia memohon agar keesokan harinya, Sabtu (9/5), seluruh Forkopimda hadir di Masjid Agung Pohuwato pada pukul 14.00 untuk mendoakan para jemaah haji yang akan berangkat, sekaligus memanjatkan doa agar Pohuwato semakin maju di tahun 2027 dan seterusnya.
Momen itu menjadi salah satu yang paling menyentuh dalam keseluruhan rangkaian pembukaan Pohuwato Cup 2026. Di tengah euforia turnamen, Iwan mengingatkan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari trofi dan medali, tetapi juga dari doa yang dipanjatkan bersama, dari jamaah haji yang diberangkatkan dengan penuh pengharapan, dan dari kepemimpinan yang dijalankan dengan taktik dan integritas.
Pohuwato Cup 2026 kini memasuki hari-hari pertandingan yang sesungguhnya, membawa serta segala pesan, doa, dan harapan yang ditanamkan para tokoh di malam pembukaannya. Turnamen yang melibatkan 183 peserta, memperebutkan total hadiah Rp 60.000.000, dan berlangsung hingga Minggu (10/5/2026) ini dapat disaksikan secara live melalui fanpage Facebook Wartanesia.id di https://www.facebook.com/wartanesia.id. (red)













