M-Galeri.com, Pohuwato – Pohuwato – Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, Beni Nento, bersama sejumlah anggota DPRD dalam waktu dekat akan kembali turun lapangan untuk memantau aktivitas pertambangan di Desa Teratai dan Desa Bulangita yang berpusat di wilayah ibu kota kabupaten Pohuwato.
Hal tersebut disampaikan Beni Nento usai menggelar reses masa persidangan kedua tahun kedua masa jabatan 2024–2029 yang dilaksanakan di Kecamatan Marisa, Minggu (08/02/2025).
Beni menegaskan, DPRD berkomitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan, khususnya terkait persoalan banjir dan lumpur yang kerap terjadi saat aktivitas pekerjaan berlangsung di wilayah atas.
“Insya Allah kami akan turun lagi. DPRD akan turun untuk melihat langsung di lapangan. Namun saat ini kami masih menunggu tokoh-tokoh masyarakat dari Desa Teratai dan Bulangita yang akan datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan dukungan kepada pihak APH terkait penertiban ini,” ujar Beni.
Menurutnya, DPRD membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan masukan secara langsung, terutama warga yang terdampak akibat aktivitas pertambangan.
“Namanya aspirasi masyarakat yang terdampak, pasti akan kami tunggu. Masyarakat dari Teratai dan Bulangita akan datang ke DPRD untuk menyampaikan keluhan, terutama soal banjir dan lumpur yang muncul saat ada pekerjaan di wilayah atas,” tambahnya.
DPRD Pohuwato, lanjut Beni, berharap langkah ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan penertiban aktivitas pertambangan yang lebih tertib, serta tidak merugikan lagi masyarakat sekitar.












