M-Galeri.com, Pohuwato — Sudah sepekan terakhir, aktivitas alat berat kembali terpantau beroperasi di dua lokasi di wilayah Teratai–Bulangita. Fakta ini menunjukkan bahwa himbauan dan upaya penertiban yang sebelumnya dilakukan Polda Gorontalo dan Polres Pohuwato, belum cukup membuat para pelaku perusakan lingkungan menghentikan kegiatannya.
Aktivitas tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang hingga kini masih berlangsung secara terbuka.
Ironisnya, kegiatan ilegal ini terus berjalan meski dampak lingkungannya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Warga Teratai–Bulangita mengaku hidup dalam bayang-bayang ancaman banjir dan genangan air yang bercampur sedimentasi serta lumpur. Kondisi tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama saat curah hujan meningkat.
“Setiap hujan, air meluap bercampur lumpur. Saya khawatir ini akan terus berulang kalau aktivitas alat berat dibiarkan, di sana itu ada ayah saya, yang sering merasakan dampaknya” Kata salah satu warga teratai Nurliyanti.
Masyarakat mendesak Polres Pohuwato untuk segera mengambil langkah tegas dan konkret dalam menangani keluhan ini. Penanganan cepat dinilai penting guna memastikan kejadian serupa tidak terus berulang dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas di kemudian hari.
Di sisi lain, masyarakat masih menaruh harapan besar pada komitmen Kapolda yang sebelumnya menyatakan tidak akan berkompromi dan tidak memberi ampun kepada pelaku usaha PETI.
Janji tersebut diharapkan benar-benar ditegakkan, terlebih aktivitas ilegal ini diduga berlangsung di wilayah yang relatif dekat dengan perkantoran Polres Pohuwato.
Keberanian aparat dalam menindak tegas pelaku PETI akan menjadi ujian serius terhadap komitmen menjaga lingkungan serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.












