M-Galeri.com, Pohuwato – Kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Angkatan ke-V Tahun 2026 yang mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak Membangun Kemandirian Desa, Mendukung Pencapaian SDGs Menuju Indonesia Emas” menghadirkan pengusaha muda, Zulfiana Mbuinga, sebagai narasumber utama, Senin, 12/01/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Zulfiana Mbuinga menyampaikan materi bertajuk Entrepreneurship Management di Era Modernisasi kepada 205 mahasiswa peserta KKNT yang hadir.
Ia menekankan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki pola pikir kewirausahaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam mendukung pembangunan dan kemandirian desa.
“Pelaksanaan KKNT merupakan momentum strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kehidupan nyata masyarakat” ujar zulfiana.
Menurutnya, penguatan manajemen kewirausahaan menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu menciptakan program kerja yang inovatif, solutif, dan berkelanjutan.
Pada sesi pemaparannya, Zulfiana juga membagikan pengalaman akademik dan profesionalnya selama menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta ternama di Bandung, yakni Universitas Pasundan Bandung.
“Saya berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 8 bulan, itu sebuah capaian yang menurut saya tidak terlepas dari kedisiplinan, manajemen waktu, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang” jelasnya sembari menyemangati adik-adik peserta KKNT.
Selain itu, Zulfiana turut menceritakan pengalamannya saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bank Mandiri Gorontalo.
Pengalaman tersebut dinilai memberikan banyak pelajaran berharga, terutama dalam membangun etos kerja, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja yang sesungguhnya.
“saya berharap mahasiswa KKNT dapat menjalin kolaborasi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan di lokasi pengabdian, mulai dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna.” sambungnya.
Kolaborasi lintas sektor tersebut Zulfiana bilang penting untuk menghasilkan program kerja mahasiswa yang lebih inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program KKNT tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat nyata serta mendorong kemandirian desa.
Hal ini kata Zulfiana sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta visi Indonesia Emas.
“Melalui kegiatan pembekalan ini, saya berharap mahasiswa peserta KKNT Angkatan V Tahun 2026 memiliki kesiapan yang lebih matang, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun mental, sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat” pungkasnya.












