POHUWATO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Pohuwato berlangsung semarak. Tidak hanya diisi dengan upacara bendera, momentum kemerdekaan tahun ini juga dirangkaikan dengan berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan seluruh keluarga besar kampus.
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan hingga jajaran pimpinan Universitas Pohuwato. Rangkaian acara diawali dengan upacara bendera yang berlangsung pada pukul 10.00 WITA.
Wakil Rektor III Universitas Pohuwato, Hasman Umuri, S.IP., M.Si., bertindak sebagai pembina upacara. Upacara turut dihadiri jajaran dekanat, kepala lembaga serta para dosen di lingkungan Universitas Pohuwato.
Rektor Universitas Pohuwato, Dr. Gretty Saleh, S.IP., M.Si., mengatakan peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menumbuhkan nasionalisme sekaligus mendorong mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang dimiliki melalui pengabdian kepada masyarakat dan daerah.
“Momentum ini untuk menanamkan rasa nasionalisme, khususnya kepada mahasiswa. Kemudian semangat mengabdi, terkait dengan ilmu yang dimiliki untuk dipakai membangun daerah dan membangun diri sendiri,” ujar Gretty.
Ia juga menilai semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kebersamaan dan gotong royong seluruh elemen kampus.
“Momentum ketiga adalah gotong royong. Dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan harus bersatu untuk mewujudkan kampus ini maju dan lebih maju ke depan,” lanjutnya.
Usai upacara, suasana kampus berubah menjadi lebih santai dan penuh keceriaan. Sejumlah permainan tradisional disiapkan panitia untuk mengajak seluruh peserta berbaur dalam suasana kebersamaan.
Ketua panitia pelaksana, Aprilani Parengring, M.AP., mengatakan kegiatan tersebut bermula dari gagasan sederhana dalam diskusi internal yang kemudian berkembang menjadi kegiatan bersama seluruh keluarga besar Universitas Pohuwato.
“Kegiatan ini terinspirasi dari hasil perbincangan kami di grup ‘Mama-Mama Gaul’. Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang cair, tetapi tetap bermakna bagi seluruh keluarga besar kampus,” ungkap Aprilani.
Beragam permainan disiapkan untuk memeriahkan perayaan, di antaranya goyang balon, lompat warna, hadang atau galah asin, mengisi paku ke dalam botol, lari karung serta berbagai permainan ketangkasan tradisional lainnya.
Menariknya, perlombaan tersebut tidak hanya menghadirkan persaingan antarpeserta. Dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan hingga pimpinan kampus tampak berbaur dalam satu suasana. Sorak-sorai dan gelak tawa pun mewarnai jalannya setiap perlombaan.
Bagi panitia, kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar hiburan di tengah aktivitas akademik. Perlombaan tradisional dinilai menjadi ruang untuk mempererat komunikasi, membangun keakraban dan menciptakan suasana kekeluargaan di lingkungan Universitas Pohuwato.
Aprilani berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi salah satu agenda yang mampu memperkuat silaturahmi seluruh elemen kampus.
“Harapan kami, semoga kegiatan ini terus berlangsung dan berkelanjutan. Kami bisa senantiasa menjaga tali silaturahmi melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” pungkasnya.
Melalui perayaan tersebut, Universitas Pohuwato tidak hanya memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat nasionalisme, gotong royong dan kebersamaan seluruh keluarga besar kampus.
















