M-Galeri.com, Pohuwato-Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., menunjukkan kepedulian dan respons cepat dengan turun langsung membantu korban kecelakaan lalu lintas sekaligus mengatur arus kendaraan yang mengalami kemacetan di wilayah Bakia, Kabupaten Pohuwato, Kamis (22/1/2026).
Saat melintas di lokasi kejadian, Kapolres Pohuwato melihat adanya kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan perlambatan arus kendaraan. Tanpa ragu, AKBP Busroni langsung menghentikan kendaraan dinasnya untuk memberikan pertolongan awal kepada para korban.
Kapolres juga segera mengoordinasikan personel di lapangan untuk mengamankan lokasi kejadian, mencegah terjadinya kecelakaan susulan, serta membantu proses evakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Selain memberikan pertolongan, AKBP Busroni turut mengambil alih pengaturan lalu lintas. Ia mengarahkan kendaraan yang melintas agar arus kembali lancar sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. Langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan langsung Polri kepada pengguna jalan.
Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukannya merupakan implementasi dari semangat Polisi Mopiyohu, yakni Polri yang hadir di tengah masyarakat dengan pelayanan yang tulus dan humanis.
“Apa yang kami lakukan hari ini merupakan wujud nyata Polisi Mopiyohu, hadir di tengah masyarakat untuk melayani dengan tulus, melindungi keselamatan pengguna jalan, serta mengayomi warga agar aktivitas tetap berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Aksi sigap dan humanis Kapolres Pohuwato tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang merasa terbantu dengan kehadiran Polri di lapangan, khususnya dalam penanganan kecelakaan lalu lintas dan penguraian kemacetan.
Dalam peristiwa kecelakaan tersebut, para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Panua. Satu orang korban dinyatakan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis.
Terkait kronologi kejadian, Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan secara detail. “Kronologi belum bisa dijelaskan secara rinci karena satu korban meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya masih dirawat dan belum bisa dimintai keterangan,” pungkasnya.












