Pohuwato, M-Galeri – Aksi dugaan kekerasan yang dilakukan oleh seorang pelatih terhadap pemain usia dini kembali mencederai nilai sportivitas dalam sepak bola. Insiden tersebut terjadi saat laga Mananggu CUP, Minggu malam (21/12/2025), ketika coach Metro Mananggu diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap beberapa pemain SSB Paguat.
Peristiwa ini langsung mendapat perhatian Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pohuwato, Nasir Giasi. Dengan nada kecewa, Nasir menyayangkan dugaan tindakan yang dilakukan oleh seorang pelatih yang seharusnya menjadi teladan bagi para pemain muda. Apalagi, coach tersebut diketahui merupakan anggota Polri aktif yang bertugas di Polsek Patilanggio serta diduga telah mengantongi lisensi kepelatihan.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Nasir menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan, terlebih di lingkungan pembinaan sepak bola usia dini.
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Seorang coach itu harus menjadi panutan, bukan justru melakukan tindakan yang melukai pemain. Apalagi kalau memang sudah memiliki lisensi,” ujar Nasir.
Ia menyampaikan bahwa Askab PSSI Pohuwato akan segera berkoordinasi dengan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Jika dugaan kekerasan terbukti, sanksi tegas siap dijatuhkan, mulai dari Surat Peringatan hingga pencabutan lisensi kepelatihan.
“Sanksi itu sudah diatur dalam regulasi PSSI, bisa dari SP I, SP II, sampai pencabutan lisensi dan tidak boleh lagi menjadi coach. Semua itu akan diberlakukan jika terbukti melakukan kekerasan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nasir mengingatkan bahwa sepak bola bukan sekadar soal menang dan kalah, tetapi juga tentang membangun karakter, terutama bagi pemain muda. Sportivitas dan fair play, menurutnya, adalah nilai utama yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak, baik pemain maupun pelatih.
Sebagai bentuk keseriusan, Askab PSSI Pohuwato berencana memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi sekaligus menunjukkan lisensi kepelatihan yang dimiliki.
“Kami akan undang yang bersangkutan, dan nanti kita lihat lisensi apa yang dimiliki, apakah C atau D. Ini akan kami tangani dengan serius,” pungkas Nasir.












